Contoh Soal PKN

Berikut Contoh - Contoh Soal mata pelajaran PKN

 Contoh Soal PKN 

  1. Pendidikan kewarganegaraan umumnya bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen). Menurut pendapat Anda apa saja kriteria good citizen tersebut?

   Jawab:

Kriteria menjadi (good citizen) atau warga Negara yang baik yaitu menurut pendapat saya

  • Pertama : kita harus mematuhi peraturan – peraturan yang ada di Negara ini contohnya jangan buang sanpah sembarangan dan masih banyak lagi.

  • Kedua : taat terhadap hukum di Negara kita jangan kaya koruptor yang ga taat hukum sudah tahu korupsi itu salah ada hukumannya jika melakukannya, tetap saja korupsi tapi herannya penjara koruptor luas ada AC nya juga tv, wifi dan fasilitas hotel bintang lima lainnya.

  •  Ikut nyoblos juga salah satu kriteria good citizen.

  • Cinta tanah air itu sangat penting kita harus cinta tanah air

  • Ikut serta dan berperan aktif memajukan bangsa Negara berdasarkan profesi kita contohnya saya mahasiswa saya harus belajar sungguh sungguh demi memajukan bangsa.

  • Mendukung kebijakan pemerintah yang baik dan mengkritik yang buruk karena ini Negara demokrasi jangan diam saja karena efeknya ke kita juga.

  • Jangan menyebarkan hoax berita bohong dan jangan mudah percaya dengan berita berita yang tidak ada asal usulnya cari tahu dulu beritanya terpercaya tidak jika  terpercaya dan benar sebar atau share ke teman ke grup grup wa supaya mereka tau berita terkini

  • Ikut serta merayakan hari kemerdekaan bangsa supaya kita bisa mengenang jasa pahlawan yang berjuang dahulu pas jaman penjajahan.

  • Saling menghormati sesama warga Negara meski berbeda ras, agama, etnis toleransi seperti itu.

  • Menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa atau warga Negara.

 

  1. Jelaskan landasan historis, sosiologis dan politis dari pendidikan kewarganegaraan !

   Jawab:

 Historis

Presiden Soekarno dahulu kala pernah berkata bahwa "Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah." Hal tersebut kemudian memiliki sebuah makna dimana dalam setiap sejarah terdapat berbagai macam fungsi yang dimana penting dan akan sangatlah berguna dalam rangka untuk membangun sebuah kehidupan karena dengan sejarah maka kita akan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari. Dalam konteks tersebut maka sebuah sejarah akan berguna untuk membangun kehidupan pada sebuah bangsa untuk dapat melihat jalan yang mana lebih bijaksana di masa depan. Kemudian, sebuah sejarah juga merupakan guru pada kehidupan. Dalam pendidikan kewarganegaraan kemudian diharapkan siswa akan mendapatkan berbagai macam inspirasi yang dimana dapat digunakan untuk berpartisipas dalam sebuah kegiatan untuk melakukan pembangunan bangsa yang dimana sesuai dengan apa yang mereka sukai dengan menghindari berbagai macam perilaku yang bernuansa untuk tidak mengulangi kembali kesalahan sejarah.


  Sosiologis

Sosiologi kemudian adalah sebuah ilmu yang dimana mempelajari kehidupan antar manusia. Dalam sebuah ilmu sosiologis maka kemudian di dalamnya sendiri terdapat kajian yang dimana terdapat latar belakang, susunan, dan berbagi pola dari sebuah kehidupan sosial yang dimana terdapat dari berbagai macam golongan dan juga kelompok yang dimana ada pada masyarakat, kemudian disamping itu pula terdapat berbagai macam masalah sosial, perubahan, dan juga berbagai pembaharuan yang dimana terdapat di dalam masyarakat. Dari pendekatan sosiologis ini kemudian diharapkan untuk dapat melakukan sebuah kajian terhadap struktur sosial, proses sosial, dan berbagai macam perubahan sosial dan berbagai masalah sosial untuk dapat diselesaikan secara bijaksana dengan menggunakan nilai-nilai Pancasila.





 Politis

Sumber politis kemudian berasal dari fenomena yang dimana terjadi pada kehidupan berbangsa di Indonesia itu sendiri yang dimana tujuannya adalah agar kita mampu untuk melakukan formulasi terhadap berbagai macam saran tentang upaya dan juga sebuah usaha yang dimana kemudian akan berguna untuk melakukan perwujudan dari kehidupan politik yang dimana ideal dan juga sesuai dengan nilai Pancasila.

 

  1. Menurut pendapat anda, mengapa negara perlu menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan?

   Jawab:

Agar generasi generasi masa kini dan  yang akan datang tahu dan paham bagaimana cara menjadi warga Negara yang baik yakni paham akan pluralisme adalah sikap menghargai keberagaman, mengenal nilai- nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional, sadar bela Negara berlandaskan pemahaman politik dan moral bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka dari itu pendidikan kewarganegaraan ini sangat penting bagi keberlangsungan bangsa kita.

Saya baca di suatu blog dan saya masih ingat bacaannya yakni “ tanpa pendidikan kewarganegaraan yang tepat akan lahir masyarakat egois, tanpa penanaman nilai-nilai kewarganegaraan, keragaman yang ada akan menjadi penjara dan neraka dalam artian menjadi sumber konflik” itulah pendapat saya tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan.

 

 

4.      Mengapa Pancasila disebut sebagai identitas nasional bangsa dan Negara Indonesia?

   Jawab:

Pancasila sebagai identitas bangsa dan Negara Indonesia karena bangsa Indonesia sebagai salah satu dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa lain di dunia. Takkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, di letakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafah hidup berbangsa dan bernegara. Prinsip –prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia , yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu pancasila. Jadi filsafat suatu bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber pada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa sehingga pancasila adalah identitas bangsa indonesia.

 

5.      Apa yang menjadi penyebab utama mudahnya bangsa lain mengklaim budaya Indonesia? Bagaimana upaya yang harus dilakukan generasi muda untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

   Jawab:

penyebab terjadinya pengklaiman terhadap budaya Indonesia adalah sebagai berikut : 


  • Faktor perkembangan masyarakat Indonesia yang notabene pembentuk ras melayu     (jawa,minang,bugis,mandailing) yang awalnya berasal dari Indonesia lalu berimigrasi ke malaysia yang sebelumnya membawa kebudayaan asli indonesia lalu mengenalkannya ke khalayak di seluruh kawasan negara malaysia.

  • Kebudayaan tradisional yang notabene telah berabad - abad ada dan tidak adanya saksi hidup pencipta kebudayaan tersebut (ex : lagu daerah memang tanpa pencipta).

  • Malaysia merupakan negeri yang sedang mencari jati diri budayanya.

  • Alasan serumpun dan seiman (muslim).

  • Indonesia baru bertindak setelah diklaim sehingga membuat Malaysia keenakan mengklaim budaya Indonesia.

  • Budayawan kita yang kurang mengerti akan kebudayaan sendiri , namun budayawan malaysia mengerti dan paham akan seluk beluk kebudayaan negara indonesia (khususnya melayu).

  • Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya.

  • Sebagian besar masyarakat Indonesia belum menjadikan rasa ingin menjaga dan ingin melestarikan kebudayaan nya sebagai suatu kebutuhan.

  • Perpindahan penduduk menyebabkan budaya kita diakui oleh negara lain.

  • Pemerintah kurang perhatian terhadap kekayaan budaya nasional.

 

 Peran Pemuda dalam Menanggapi Pengklaiman Budaya Indonesia. 

Dalam tingkat Keluarga

Dalam tingkat keluarga, semua pemuda memiliki peranan penting karena mereka adalah tampuk harapan keluarganya. Jadi banyak hal yang dapat dilakukan seorang pemuda dalam menyelamatkan budayanya di antaranya adalah dengan cara mengenalkan budaya kepada keluarganya. Banyak yang masih berfikir bahwa kebudayaan Indonesia itu hanyalah berputar di sekitar dunia tarian saja. Padahal budaya Indonesia sangat beragam mulai dari Kuliner,Musik,Pakaian dan berbagai macam lainnya. Dengan mengenalkan mereka akan hal tersebut dapat dipastikan mereka tidak akan dengan mudah lupa akan budaya tanah air mereka sendiri. 

Dalam tingkat  masyarakat.

Dalam tingkat masyarakat generasi muda dapat mengadakan semacam pentas seni kebudayaan daerah secara rutin sesuai kebudayaan daerahnya masing - masing sehingga budaya seakan menjadi satu dengan darah yang mengalir dalam tubuh rakyat Indonesia. 

Dalam tingkat Sekolah

Bentuk sistem pendidikan yang mewajibkan pendidikan kebudayaan Indonesia yang diterapkan dengan metode praktek rutin. Para generasi muda harus benar benar mempelajarinya bukan hanya dengan sekedar teori belaka. Sehingga dengan jenjang waktu pendidikan selama 15 tahun sudah pasti mereka mengerti sampai ke akar – akarnya apakah budaya Indonesia itu dan dengan cara apa mereka melestarikannya.

 

 

Dalam tingkat pemerintahan dan kebijakan.

Diharapkan para pemuda dapat membantu pemerintah dalam menindak tegaskan pelaku pengklaiman budaya Indonesia.

 

 

  1. Coba anda perhatikan sejumlah kasus dan peristiwa yang dialami bangsa Indonesia saat ini:

  • Lunturnya nilai-nilai luhur dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara,

  • Nilai-nilai Pancasila belum menjadi acuan sikap dan perilaku sehari-hari,

  •  Rasa nasionalisme dan patriotisme yang luntur dan memudar.

Bagaimana pendapat dan sikap anda terhadap masalah tersebut? Apakah hal itu dapat melunturkan identitas nasional?

                Jawab:

Menurut saya  ya bisa dikarenakan hal hal tersebut adalah masalah yang sangat intern atau internal bangsa sangat krusial sekali jika terjadi seperti itu bangsa ini akan kehilangan arah dan tidak tau identitasnya apalagi kita ketahui bersama dewasa ini sekarang ini jaman jaman globalisasi dimana semuanya bisa masuk dengan mudah entah itu budaya, ideology dan sebagainya  oleh karena itu marilah kita bersama sama sebagai anak bangsa membentengi diri dari hal hal yang bisa merusak melunturkan ,nilai nilai luhur ,rasa nasionalisme maupun patriotism kita dengan menerapkan nilai nilai luhur dan rasa nasionalisme maupun patriotisme dalam kehidupan kita sehari hari.

 

7.      Jelaskan jenis-jenis Integrasi nasional dan berikan contohnya!

                Jawab:

  1. Integrasi Asimilasi; merupakan penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya yang diterima oleh masyarakat.

  2. Integrasi Akulturasi; merupakan penggabungan dua atau lebih kebudayaan tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli di suatu lingkungan.

  3. Integrasi Normatif; terjadi karna keberadaan norma-norma yang berlaku dan mempersatukan masyarakat sehingga integrasi lebih mudah terbentuk.

  4. Integrasi Instrumental; terjadi dan tampak secara nyata sebagai akibat adanya keseragaman antar individu dalam lingkungan masyarakat,.

  5. Integrasi Ideologis; terjadi dan tampak secara nyata karena adanya ikatan spiritual/ ideologis yang kuat tanpa adanya paksaan.

  6. Integrasi Fungsional; terjadi karena adanya berbagai fungsi tertentu dari semua pihak di dalam masyarakat.

  7. Integrasi Koersif; terjadi karena adanya pengaruh dari penguasa dan bersifat paksaan.

Contohnya:

  • Asimilasi : seperti pertemuan antara orang sunda dan orang jawa mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia bukan menggunakan bahasa daerahnya yang biasa mereka gunakan.

  • Akulturasi: seperti  seperti sepasang suami istri yang berbeda suku dan budayanya tetapi mereka harmonis dan mereka menggabungkan dua kebudayaan yang berbeda menjadi satu.

  •  Normative: seperti ketika kita kebadui kita harus mematuhi norma norma yang ada seperti tidak mengambil buah semabarangan,tidak boleh buang hajat sembarangan dan lain semacamnya.

  •  Instrumental:   misalnya keseragaman pakaian.

  •  Ideology : seperti sebagai orang Indonesia kita harus menganut ideology pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.

  •  Fungsional: seperti kepala desa yang menginstruksikan bersih bersih di desanya yang bertujuan untuk membuat lingkungannya bersih dan menciptakan gotong royong maka terciptalah integrasi.

  • Koresif: seperti kita harus bayar pajak, menaati hukum dan sebagainya.

8.      Jelaskan faktor pendorong dan faktor penghambat dari integrasi nasional!

         Jawab:

Factor pendorong

  • Rasa senasib dan seperjuangan

  • Keinginan bersatu

  •  Cinta tanah air

  •  Wujud ideologi nasional

  •  Antisipasi ancaman dari luar

  • Gotong Royon


Factor penghambat

  • Wilayah Indonesia yang luas

  • Warganegara Indonesia yang beragam

  • Tidak meratanya pembangunan

  •  Budaya asli mulai tergerus

  • Kuatnya paha, etnosentrisme

  •  Masuknya ancaman dari luar

  1. Mengapa status kewarganegaraan bagi seorang warganegara sangat penting?

Jawaban:

Karena kewarganegaraan adalah bukti formal yang mempunyai kekuatan hukum tetap yang mengikat individu tersebut dengan suatu wilayah yang berkekuasaan (negara). dan setiap warga berhak memperoleh perlindungan, kehidupan dan peradilan yang mutlak dimanapun dia berada. jadi status kewarganegaraan pada seseorang sangatlah penting apalagi menyangkut dalam Hak nya sebagai manusia yang berhak untuk menjadi warga dalam suatu negara

 

 

 

10.  Jelaskan asas-asas kewarganegaraan dan hal-hal yang menyebabkan hilangnya kewarganegaraan seseorang!

        Jawab:

Asas merupakan dasar atau sesuatu yang menjadi tumpuan. Sedangkan asas kewarganegaraan  ialah dasar untuk menentukan atau menggolongkan seseorang menjadi anggota di suatu negara dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Menurut asas kewarganegaraan yang dianut di negara Indonesia, terdapat beberapa cara dalam menentukan status kewarganegaraan seseorang.

  1. Asas ius sanguinis (hubungan darah), yakni status kewarganegaraan yang didapatkan dari hubungan pertalian darah atau keturunan. Sebagai contoh jika seorang bayi dilahirkan di suatu negara x dan orang tuanya berstatus kewarganegaraan negara y, maka secara otomatis bayi tersebut memiliki status kewarganegaraan y.

  2. Asas ius soli (tempat lahir), yakni status kewarganegaraan yang ditentukan menurut tempat kelahiran. Sebagai contoh, seseorang dilahirkan di suatu negara x namun orang tua memiliki status kewarganegaraan negara y, maka seseorang tersebut dapat mendapatkan status kewarganegaraan negara x (dengan ketentuan sesuai negara tersebut).

  3. Naturalisasi, mendapatkan status kewarganegaraan negara tertentu dengan jalan mengajukan permohonan.

  4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas, yakni dasar dalam menentukan kewarganegaraan bagi anak-anak hasil perkawinan lintas negara.

Setiap Warga Negara dapat dengan sendirinya mengalami kehilangan status kewarganegaraannya karena :

  1. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;

  2. Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;

  3. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden;

  4. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;

  5. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;

  6. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;

  7. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya, atau;

  8. Bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan;

  9. Warga Negara Indonesia dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Terimakasih Semoga Bermanfaat !!

 

 

 


About the Author

Rudi Kilam merupakan seorang terpelajar yang mempunyai keinginan dan memiliki minat menulis sebuah artikel terkait dengan pengetahuan umum.
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.