Ikan Betok (Anabas testudineus): Pengertian, Ciri, dan Manfaatnya

Mengenal ikan Betok (Anabas testudineus): ciri unik bernapas udara, habitat rawa, makanan favorit, manfaat ekosistem, & tips pelestarian.
Mengenal Ikan Betok
Mengenal Ikan Betok (Anabas testudineus): Pengertian, Ciri, dan Manfaatnya

Ikan memainkan peran krusial dalam kehidupan manusia dan alam. Mereka menjadi sumber protein utama bagi miliaran orang, menjaga keseimbangan ekosistem perairan, dan bahkan menjadi indikator kesehatan lingkungan.

Di Indonesia, salah satu ikan unik yang patut dikenal adalah ikan Betok, atau secara ilmiah Anabas testudineus. Ikan ini terkenal karena kemampuan bernapas udara dan bertahan di daratan, menjadikannya simbol adaptasi alam yang luar biasa.

Apa Itu Ikan Betok?

Ikan Betok adalah jenis ikan air tawar yang hidup di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara sederhana, Betok adalah ikan yang bisa "berjalan" di darat berkat organ labirinnya yang memungkinkan bernapas udara.

Menurut para ahli seperti Nelson dalam buku Fishes of the World, Betok termasuk famili Anabantidae, dikenal sebagai ikan labyrinth yang memiliki alat pernapasan khusus. Ciri utama yang membedakannya dari ikan air tawar lain adalah kemampuan migrasi darat saat musim kemarau, sehingga ia sering ditemukan di sawah, sungai, dan rawa.

Ciri-Ciri Umum Ikan Betok

Ikan Betok
Ikan Betok

Ikan Betok memiliki tubuh bulat dan pipih seperti kura-kura, dengan panjang mencapai 25 cm dan berat hingga 200 gram. Sisiknya besar, berwarna hijau kehitaman di punggung, perut putih keperakan, dan sirip punggung serta anal panjang. Matanya kecil tapi tajam, mulutnya kecil dengan gigi kuat untuk menangkap mangsa. Betok jantan lebih besar dan berwarna lebih gelap saat musim kawin, sementara betinanya lebih ramping.

Habitat Ikan Betok Berdasarkan Lingkungannya

Betok mendiami perairan tawar yang tenang seperti rawa, sungai kecil, sawah, dan kanal irigasi di dataran rendah. Ia tahan di air keruh dengan oksigen rendah, bahkan bisa bertahan di lumpur kering selama berhari-hari. Di Indonesia, Betok banyak ditemukan di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, terutama di musim hujan saat banjir menghubungkan sawah dengan sungai.

Klasifikasi Ikan Betok Menurut Ahli

Menurut klasifikasi taksonomi Carl Linnaeus yang dikembangkan ahli seperti Froese dan Pauly dalam FishBase, ikan Betok diklasifikasikan sebagai:

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Actinopterygii

  • Ordo: Anabantiformes

  • Famili: Anabantidae

  • Genus: Anabas

  • Spesies: Anabas testudineus

Klasifikasi ini menegaskan posisinya sebagai ikan labyrinth unik di Asia Tenggara.

Cara Hidup dan Perilaku Ikan Betok

Pola Makan Ikan Betok

Betok bersifat karnivor oportunis, memakan serangga, cacing, udang kecil, dan bahkan ikan kecil lain. Ikan Betok (Anabas testudineus) di alam liar paling aktif pada waktu malam hari dan dini hari, terutama saat mencari makan dan bergerak antar habitat.

Pola Aktivitas Harian

Betok bersifat nokturnal, dengan aktivitas puncak sebagai berikut:

Waktu

Aktivitas Utama

Malam (18:00-05:00)

Mencari makan serangga, merayap darat hingga 180m dari air

Dini hari (04:00-07:00)

Berenang aktif, migrasi lateral saat banjir

Siang hari

Bersembunyi di lumpur/vegetasi, bernapas via labirin


Pola ini adaptasi untuk menghindari predator dan memanfaatkan oksigen udara di perairan keruh musiman. Saat musim hujan, aktivitas meningkat sepanjang hari untuk pemijahan.

Cara Bergerak dan Berenang

Ia berenang lambat dengan gerakan menggeliat, tapi di darat "berjalan" dengan sirip dada dan ekor, menaiki tanaman air hingga 1-2 meter.

Adaptasi terhadap Lingkungan

Organ labirin di atas insang memungkinkan menyerap oksigen udara, sehingga bertahan tanpa air hingga 6 hari. Ini adaptasi sempurna untuk lingkungan musiman.

Tanda di Suatu Perairan Terdapat Ikan Betok

Air keruh dengan banyak vegetasi, gelembung udara di permukaan (dari pernapasan), atau suara "toc-toc" saat melompat.

Jenis Makanan yang Disukai Ikan Betok di Alam

Di alam liar, Betok menyukai:
  • Serangga air seperti jentik nyamuk dan belalang.
  • Cacing tanah dan moluska kecil.
  • Udang dan kepiting kecil.
  • Plankton dan tumbuhan lunak saat makanan hewani langka.

Bau yang Disukai Ikan Betok

Ikan Betok (Anabas testudineus) paling menyukai makanan dengan bau anyir dan aroma kuat yang menarik indera penciumannya yang tajam, terutama saat memancing atau pemberian pakan alami

Makanan Favorit

Bau Karakteristik

Alasan Disukai 

Cacing tanah

Anyir amis tanah

Bau kuat menarik dari jarak jauh

Belatung/maggot

Busuk manis amis

Aroma undang nafsu makan tinggi

Orong-orong

Bau tanah basah amis

Mudah dicium di sawah/rawa

Udang kecil

amis laut/payau

Bau alami habitat liar

Jentik nyamuk

amis protein lunak

Favorit larva dan ikan muda

Nama-Nama Lain Ikan Betok di Berbagai Daerah

Ikan ini dikenal dengan nama lokal beragam:
  • Betok, Bethok, Bethik, Betik (Jawa).
  • Paradis (Sunda).
  • Keli (Sumatra).
  • Papuyu, Iwak Papuyu (Kalimantan (Banjar/Kalselteng))
  • Eungkoet Krup (Aceh)
  • Dumbaya (Gorontalo)
  • Balang-balang (Makassar)
  • Climbing perch atau Snakehead (Inggris).
  • Pla sood (Thailand).

Manfaat Ikan Betok bagi Manusia dan Ekosistem

Bagi manusia, Betok sumber protein tinggi (rasa gurih, daging kenyal) dan diolah jadi sambal, goreng, atau pindang. Dalam budidaya, ia kontrol hama sawah seperti jentik malaria. Secara ekosistem, Betok jaga rantai makanan dengan memakan serangga dan jadi mangsa burung, menjaga keseimbangan populasi.

Ancaman terhadap Kelangsungan Hidup Ikan Betok

Populasi Betok menurun akibat:

  • Pencemaran pestisida dari sawah.
  • Kerusakan habitat oleh drainase dan urbanisasi.
  • Penangkapan berlebih tanpa pengelolaan.
  • Perubahan iklim yang ubah pola banjir.

Cara Menjaga dan Melestarikan Ikan Betok

  • Budidayakan di kolam terkontrol untuk kurangi tangkapan liar.
  • Hindari pestisida di sawah dan tanam vegetasi riparian.
  • Terapkan aturan tangkap musiman dan ukuran minimal.
  • Edukasi masyarakat via program konservasi lokal.

Penutup

Ikan Betok adalah keajaiban alam dengan adaptasi uniknya yang mendukung ekosistem dan kesejahteraan manusia. Ringkasan artikel ini mencakup pengertian, ciri, habitat, hingga upaya pelestarian. Mari kita jaga kelestarian ikan ini agar generasi mendatang tetap menikmati manfaatnya, mulai dari pantau lingkungan sekitar dan dukung budidaya berkelanjutan hari ini!

About the Author

Rudi Kilam merupakan seorang terpelajar yang mempunyai keinginan dan memiliki minat menulis sebuah artikel terkait dengan pengetahuan umum.
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.